cara membangkitkan mental inovatif di dalam diri kaum mukmin

bagaimana cara membangkitkan mental inovatif dalam diri kaum mukmin? Dan bagaimana pula upaya mengulangi prestasi dan kejayaan islam pada masa lampau? Saya menemukan enam caranya:

1.Meyakini dan menampakkan bahwa islam dan penganutnya pasti memenangkan peradaban. Mengapa harus yakin? Sebab, superioritas ajarannya sangat dibandingkan ideologi lain, sekalipun banyak tantangan bahkan perlawanan dari musuh-musuh Islam, baik dari kaum kafir, musyrik, maupun munafik. Apalagi Allah Ta’ala telah memberikan jaminan akan kemenangan agama-Nya di atas agama yang lain, sebagaimana firman-Nya:
Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci. (ash-shaaf[61]:9)
2.Membebaskan dan memproteksi ulama, ilmuwan, dan teknokrat dari politisasi, stigma, dan pembunuhan karakter, sekaligus memberikan kemerdekaan kepada otoritas keilmuwan mereka sebagai ujung tombak perubahan.
3.Segera melakukan ibadah dan amal shaleh sebagai wujud ketaatan serta bentuk perubahan sekalipun dalam skala kecil, di mana dan kapan saja serta dalam keadaan lapang maupun sempit. Hal terpenting ini tidak boleh ditunda-tunda dengan alasan dan dalih yang logis sebagai pembenaran atas kepasifannya, terutama dalam menyambut seruan Allah Ta’ala untuk meraih ampunan dan Surga-Nya(lihat Surah Ali Imran[3]:133-134).
4.Memperluas dan memperbanyak aktivis dan aktifitas dakwah. Allah Ta’ala berfirman :
Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan, dan tuhanmu agungkanlah. (al-Muddatstir[74]:1-3)
5.Menyiapkan diri untuk terjun ke medan jihad. Ini jelas tergambar dalam al-Qur’an surah al-Anfal[8]:60, bahwa Allah Ta’ala mengiginkan kaum muslim untuk bersiap diri berperang melawan musuh-musuh Islam dengan apa saja yang dimiliki. Adapun persiapan yang diperlukan sebelum terjun ke medan jihad ada dua. Pertama, al-i’dad al-imani (mempersiapkan kekuatan iman) karena Allah Ta’ala telah memberikan jaminan kemenangan bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa. Yang kedua, al-i’dad al-maddi (mempersiapkan perbekalan materil) yang meliputi aspek ‘udah al-‘asykariyah (perlengkapan senjata) dan ‘udah al-‘basyariyah (perlengkapan pasukan). Dan maksud dari jihad sendiri itu bukan berarti harus membunuh dan berperang dengan secara fisik,karena ada saatnya nanti kaum mukmin berperang, tetapi bisa juga dengan membunuh pemikiran yang tidak benar/salah dengan cara berdakwah dengan damai karena islam itu rahmatan lil alamin (rahmat untuk seluruh alam), dan kenapa waktu masa kejayaan islam dulu pasukan muslim yang paling ditakuti, karena hanya pasukan muslim yang saat di medan perang tanpa ada rasa takut karena rasa ingin gugur di medan perang sebagai syuhada, artinya dengan memiliki keberanian yang sangat besar dapat membuat islam paling ditakuti di medan perang, dan dengan para panglima perang yang memikirkan strategi perang yang sangat pintar tentunya.
Selain ada enam cara untuk membangkitkan islam kembali, ada juga penghalang kebangkitan islam

Hal penting yang tidak boleh dilupakan dalam upaya membangun mental inovatif adalah penghalang-penghalang kebangkitan islam. Penghalang-penghalang itu ialah:
1.Orang islam menjadi ahlul bathil. Mereka Muslim namun menggunaklan sistem thagut, adat-istiadat yang sesat, serta serta larut dalam kekeliruan yang telah mendarah daging, misalnya dalam ilmu yang penting yaitu fiqih, aqidah, sejarah dan lainnya yang sedikit demi sedikit disimpangkan. Kita sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir dengan orang-orang seperti orang-orang seperti ini karena Allah Ta’ala memberikan garansi atas kebangkitan Islam sekalipun orang-orang musyrik, fasik, dan munafik tidak senang. Dengan kata lain, reaksi negatif mereka tidak boleh menyurutkan spirit atau semangat islam lewat pembangunan mental inovatif ini.
2.Para penganut ideologi sekuler, baik materialisme, politeisme, bahkan ateisme, seperti yang diperlihatkan kaum kafir Quraisy di masa lalu. Mereka tidak mau ada yang membayangkan ideologi mereka serta mengorek-ngorek kedudukan para pemimpin mereka, serta menggugat kemampanan sistem dan adat istiadat mereka. Ketika Rasulllah Shlallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan firman Allah Ta’ala, sebagaimana dalam al-qur’an surat al-anbiya[21] ayat 98, bahwa kaum kafir dan apa-apa yang telah mereka sembah akan menjadi umpan neraka jahanam, sejak itulah pertarungan pemikiran antara Islam dan kekufuran dimulai.
3.Peluang bersatunya kaum kafir, musyrik, dan penganut agama-agama selain Islam untuk memusuhi kaum Muslim. Peluang ini bukan tidak mungkin. Sebab, Allah Ta’ala telah mengatakan dalam surat Al-Bayyinah[98] ayat 1 bahwa orang-orang kafir dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan agamanya sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata.
Saat ini kebangkitan islam berhadapan langsung dengan kekuatan internasional sebagai pelopor berbagai macam kezaliman. Tidak ada lagi yang bisa dikompromikan antara keduanya. Ini adalah tahap interaksi dan perjuangan (marhalah at-tafa’ul wa al-kifah. Mereka dengan terang-terangan memerangi islam dan umatnya dengan segala cara. Buktinya, seluruh dunia saat ini mengakui bahwa umat islam sedang berada dalam kungkungan ideologi, sistem, pemikiran, dan perasaan-perasaan kufur. Tugas kitalah membebaskannya. Yakni, dengan mental-mental inovatif yang tumbuh subur dalam individu-individu Muslim maupun masyarakatnya. Dan, Allah Ta’ala pasti bersama kita.(sumber:hidayatullah)
SEKIAN TERIMAKASIH

Posted in islam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: